Selasa, 07 Februari 2012

TuToRiAl MeRaKiT Pc
&
PeNgEnAlAn KoMpUtEr


Publishing
: Reymond.S.Chaniago


ini adalah artikel Tutorial merakit komputer berformat PDF yang berisi:
1. Pengenalan teknology komputer dengan pendekatan hardware dan system secara detil.
2. Tuntunan merakit komputer secara praktis.
3. Troubleshooting, menjelaskan cara mendeteksi kesalahan saat merakit dan pemecahannya.


Silahkan download di sini E-Book Nya:  > ^o^ <

TIK (TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)

Publizer By Sintyas Chaniago
TIK (TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)


A. DEFINISI DAN PERALATAN TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication
Technology (ICT) bertujuan agar kita dapat mengenal, menggunakan dan merawat peralatan TIK secara maksimal guna meningkatkan kualitas hidup dalam berbagai bidang. TIK mencakup 2 aspek:
I. Teknologi Informasi: meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses manipulasi
dan pengelolaan informasi. Peralatan Teknologi Informasi meliputi:
1. Komputer, untuk memanipulasi dan mengelola data berdasarkan perintah yang
diberikan
2. Faksimili (fax), untuk mengirim atau menerima informasi melalui telephoto
dengan system reproduksi fotografi.

3. Radio, alat penerima informasi berupa suara atau sinyal dengan menggunakan
media gelombang elektromagnetik
4. Televisi, Alat penerima informasi berupa gambar dan suara secara langsung dari
satelit ataupun kabel.
5. LCD (Liquid Crystal Display) proyektor, alat penyampai informasi berupa
gambar atau suara yang didapat dari CPU computer.
6. Internet (interconnected Network), jaringan yang terdiri dari milyaran komputer
yang saling mentransfer data berupa gambar, suara, tulisan dan lain-lain
menggunakan Internet Protocol (IP)1 dari dan ke seluruh dunia.
II. Teknologi komunikasi meliputi segala yang berkaitan dengan proses penyampaian
informasi dari pengirim ke penerima. Peralatan Teknologi Komunikasi meliputi:
1. Satelit, untuk menerima dan memancarkan sinyal dari dan ke bumi dalam
jangkauan yang luas.
2. Modem2 (Modulasi Demodulasi), perangkat yang dipasangkan pada komputer
untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya yang
kemudian disalurkan melalui kabel telepon sehingga kita dapat mengakses data
dari internet.
3. Telepon, alat komunikasi yang digunakan untuk mengirim dan menerima suara
secara langsung dari jarak jauh. Sekarang telepon bisa menerima dan mengirim
SMS (Short Message Service)
4. Hand Phone (Telepon Genggam) Alat telekomunikasi yang untuk mengirim dan
menerima suara secara langsung. Perkembangan terbaru memungkinkan
handphone untuk mengirim teks (SMS) dan gambar (EMS/MMS) serta
mengakses saluran internet dan televisi.  ^o^
Senin, 06 Februari 2012

Setting Jaringan LAN

Jaringan lan dapat disetting dengan beberapa topologi. Dalam setting jaringan lan kita membutuhkan beberapa alat. Alat dalam jaringan lan antara lain :
  1. Tang Crimping
  2. Konektor RJ 45
  3. Twisted pair (UTP kabel cat 5)
  4. Tang potong (optional)
  5. Hub/Switch
  6. Router (optional)
  7. ADSL Modem
  8. Sistem Operasi Windows XP SP2/SP3
  9. Makanan kecil dan minuman dilengkapi dengan alunan lagu
Instalasi Kabel LAN

Sebelum memulai ada baiknya kita mengenal 2 standart warna dalam menyusun pengkabelan :
Cara Pasang : Susunlah 8 kabel tersebut sesuai warnanya, masukkan pada konektor RJ-45 kemudian jepit menggunakan tang Crimping.

Membuat jenis kabel crossover
Kabel ini untuk menghubungkan 2 jenis device yang sama, Mis : 2 komputer yang saling terhubung.


Cara Pasang : Ujung satu 568A dan ujung kedua 568B. Tips, gunakan standart 568B dulu, untuk
mempermudah.


Membuat jenis kabel straight
Untuk menghubungkan 2 jenis devide yang berbeda, menggunakan kabel straight-thru kabel straight-thru. Mis: komputer dengan hub/switch




Cara Pasang : kedua ujung kabel identik/sama. Misalkan : Ujung satu 568B dan ujung kedua 568B



Lanjutannya Setting jaringan ke ISP ( Speedy )

Setting Jaringan LAN ISP Speedy

Lan jaringan perlu disetting sedemikian rupa sehingga hasil yang diinginkan bisa maksimal. Lan jaringan menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainnya dan dapat dikontrol dengan satu komputer server. Baik tidaknya atau kualitas yang dihasilkan tergantung bagaimana setting lan jaringan tersebut.

Setting Server dan Client

Setelah komputer-komputer terhubung dalam satu bentuk topologi ( mis; Star ) maka kita siap melakukan pengaturan-pengaturan. Nyalakan PC Server (pastikan bahwa PC server telah terkoneksi ke Speedy Broadband). Koneksi Speedy ke server dilakukan oleh pegawai PT. Telkom atau bila kita ingin melakukannya sendiri, kita tinggal meminta nomor speedy+password, IP dan DNS dari Telkom setelah aplikasi permohonan berlangganan kita di terima (cari yang aman saja lah hehehe…) buka command prompt dari start menu – programs – accessories – command prompt. Ketik “ping www.google.com” tanpa tanda petik ya...

Apabila PC server kita telah terkoneksi dengan internet melalui speedy maka kita akan dapatkan “Reply from 72.14.203.174:..." artinya bahwa koneksi berhasil diterima.
Nah, sekarang kita akan menseting jaringan yang baru kita kerjakan tadi…..

 
Buka command prompt dan ketik “ipconfig /all” tekan ENTER (tanpa tanda petik). Di sini akan terlihat IP Address, DNS server, dan Default Gateway (NIC 1 milik speedy dan NIC 2 masih kosong). Catatlah pada selembar daun lontar eh kertas maksudnya :) nomor-nomor tersebut. IP Address yang digunakan biasanya berada di kelas C. 
Misalnya NIC 1 terisi : 
IP address : 192.168.1.2
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1 (IP Address di ADSL modem)
DNS server : 202.134.0.15 (DNS dari ISP / Speedy)
Alternative DNS : 202.134.0.10

Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin 2 (NIC2)
Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
IP address : 192.168.0.1
Setelah diisi, klik OK kemudian closse
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.2 (IP Address di NIC 1)
DNS server : 202.134.0.15
Alternative DNS : 202.134.0.10
Nyalakan komputer klien semua. Agar lebih mudah, lakukan penyetingan mulai dari komputer klien nomor 1.
Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin
Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
IP address : 192.168.0.2 (IP Address client 1)
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.1 (IP Address di NIC 2 server)
DNS server : 202.134.0.15

Pada posting Terdahulu bahwa NIC 1 terhubung ke ADSL modem dan NIC 2 terhubung ke switch. NIC 2 inilah yang akan kita share ke komputer client.
Sebelum melakukan sinkronisasi antara PC server dan PC client terlebih dulu kita mengisi IP address di semua komputer client. Carane …. :


Untuk client 2 dan seterusnya, ikuti langkah nomor 2 di atas. Anda tinggal mengganti IP address ke 3,4,5 ….. dst. ^o^

Crimping Kabel LAN RJ45

Ternyata menyambung Kabel LAN RJ45 itu tidak serumit yang kita bayangkan. Kalau selama ini kita hanya "terima bersih" karena selalu dikerjakan oleh bagian MIS atau para jagoan jaringan saja, kali ini silahkan mencoba melakukannya sendiri. Bisa diterapkan apabila anda ingin bikin jaringan warnet, kantor kecil misalnya. Atau bisa juga buat sampingan mumpung OT lagi seret di jaman krisis gini :-).
OK, kita mulai, pertama siapin aja peralatannya:

1> Crimping Tool, pilih yang gerakan penekanannya vertikal, biasanya hasilnya lebih bagus bila dibandingkan yang horizontal (gerakan mata crimping sejajar dengan gerakan penekanan tangan)
Pilih yang ini
 Jangan yang ini

berdasarkan pengalaman penulis waktu belajar jaringan, yang horizontal sering banget errornya. setelah ditinjau secara mekanikal, gerakkannya gak berbarengan gitulho. jadi ya mubazir deh, yang awalnya ngirit karena lebih murah, malah jadi dobel belinya.

2> LAN tester

3> Gunting
 
 

Bahan-bahan:

1.>Kabel LAN dan Plug RJ45


Cara menyambungnya:
1> Potong kabel sepanjang yang diinginkan
2> Kupas kulit bagian luarnya sepanjang sekitar 1cm dari ujungnya, lihat gambar diatas.
3> Susun kabel-kabel kecil didalamnya dengan urutan seperti ilustrasi berikut:
Susunan Stright



1> Orange-putih
2> Orange
3> Hijau-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Hijau
7> Coklat-putih
8> Coklat
ujung satunya persis sama

Susunan Cross
1> Hijau-putih
2> Hijau
3> Orang-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Orange
7> Coklat-putih
8> Coklat
Sedangkan ujung satunya lagi
1> Orange-putih
2> Orange
3> Hijau-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Hijau
7> Coklat-putih
8> Coklat
Kapan kita pakai Stright dan Cross? Stright digunakan jika akan menghubungkan komputer dengan switch/hub, sedangkan Cross digunakan jika akan menghubungkan 2 buah komputer tanpa switch/hub atau bisa juga menghubungkan 2 buah switch/hub. Jadi gitu.
4> Rapikan susunan kabel dengan cara meratakan ujungnya dengan menggunakan gunting.
Maksudnya sih baik, biar kabelnya kena ama connector RJ 45 dengan bagus, jadi nyambung semua gitu.
5> Masukkan ke RJ45

6> Tekan handle crimping tools

7> Selesai, lakukan hal yang sama pada ujung satunya lagi

8> Test dengan LAN tester

Jika memakai sistem stright, maka lampu no 1 sampai 8 harus hidup

1 --> 1
2 --> 2
3 --> 3
4 --> 4
5 --> 5
6 --> 6
7 --> 7
8 --> 8

Sebaliknya Jika memakai sistem cross, maka susunan lampu hidup sbb:
1 --> 3
2 --> 6
3 --> 1
4 --> 4
5 --> 5
6 --> 2
7 --> 7
8 --> 8

9> pastikan semua ditest sebelum disambung ke jaringan


10> Jika Oke, maka sambungkan ke switch


11> lalu lakukan test dengan ping -t


contoh saya mau ping ke IP 192.168.1.13


maka perintahnya


ping 192.168.1.13 -t

YaUup, semoga sukses..... ^o^ R.S281011

Perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router

Untuk menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, kita kadang mendengar istilah Hub, Switch, Bridge dan Router, lantas apa perbedaan diantara keempat peralatan tersebut?. Tulisan ini saya rangkum dari berbagai sumber terutama modul kuliah jaringan komputer yang pernah saya dapatkan. Berikut definisi dan perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router.

Hub
Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.
  • Cara Kerja:
    Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
  • Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan
  • Download simulasi cara kerja Hub disini
Bridge


  • Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
  • Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet).
  • Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.
  • Cara Kerja:
    Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
  • Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.
  • Download simulasi cara kerja Switch disini
Switch
  •  Switch bentuknya hampir sama dengan hub.
  • Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari konsep bridge.
  • Cara Kerja:
    Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
  • Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
  • Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.
  • Download simulasi cara kerja Switch disini 
Router

  • Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki.
  • Cara Kerja:
    Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.
  • Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.
  • Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.
  • Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.
  • Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internetworking device.
  • Download simulasi cara kerja Router disini

Mengatasi Laptop Panas Dengan Undervolt

Mengapa laptop panas?? Hal ini dapat disebabkan karena load cpu & internet tinggi, membuka file video, Virtual PC (Virtual Box, VMWare, dll), AutoCAD, 3DMax, Matlab, Oracle, dll. Temperature CPU bisa mencapai 80an °C. Padahal batas aman temperature CPU adalah 80°C. Sedangkan batas kritis adalah 90°C. 
Apabila laptop sudah mencapai batas aman maka laptop tersebut harus didinginkan supaya tidak meledak. Bagaimana cara mendinginkanya?? cara nya ya ini baru mau Dhe2 jelasin :D
Mendinginkan laptop itu bisa dilakukan dengan beberapa cara salah satunya yaitu dengan UNDERVOLT, sedangkan pengertian UNDERVOLT itu adalah:
Proses mengurangi voltase berlebih ke CPU dengan menggunakan software. Undervolting tidak mempengaruhi performance sama sekali. Yang mempengaruhi performance adalah overclock dan underclock.
Undervolting tidak sama dengan underclocking.
Tidak semua prosesor sama, tiap model prosesor memiliki toleransi voltase yang berbeda. Menyetel voltase stabil terendah ke tiap chip, Intel memakai voltase standard yang stabil (dan tinggi) ke setiap chip. Masalahnya adalah voltase standard pabrikan sangat tinggi (otomatis menambah tinggi temperatur cpu). Undervolting mencoba menyetel ke voltase stabil yang paling rendah.
Proses undervolting memang memakan waktu, karena kita harus mencari voltase stabil terendah untuk tiap2 multiplier di CPU. Multiplier berhubungan dengan teknologi speedstep, daripada CPU bekerja full power tiap saat, multiplier digunakan untuk mengatur clock CPU secara dinamik (tanda multiplier: 6x, 7x, 8x, 10x dst). Jika sudah mendapatkan voltase stabil maka hasil undervolting akan maksimal.
Sebelum menjelaskan cara UNDERVOLT saya kasih tau beberapa cara sederhana untuk mendinginkan laptop.
1. Menggunakan Cooling Pad
Cara yang sudah lazim digunakan yaitu dengan Cooling Pad. Namun, pemakaian ini kurang berpengaruh karena hanya akan menurunkan temperatur CPU 1-5°C saja.
2. Membersihkan kipas & heatsink laptop dari debu
Hal yang penting namun jarang sekali dilakukan pengguna laptop adalah membersihkan kipas & heatsink laptop dari debu. Laptop yang sudah lama dipakai tentunya debu akan menumpuk di sekitar kipas & heatsink. Debu akan menghalangi udara yang masuk lewat cooling pad dan juga hembusan udara panas yang keluar. Untuk laptop saya sendiri karena kipas untuk processornya mati maka penutupnya saya buka sehingga tidak menghampat udara yang berhembus dari cooling pad.
3. Ganti thermalpaste CPU
Setelah membersihkan kipas & heatsink dari debu. Jangan lupa untuk mengganti thermalpaste. Thermalpaste tidak berfungsi untuk mendinginkan cpu secara aktif, melainkan membuat transfer panas dari CPU ke heatsink menjadi lebih bagus. Jika mengganti thermalpaste tapi heatsink berdebu atau
kipas tidak berjalan normal, maka tidak berefek. Gunakan thermalpaste yang juga digunakan untuk CPU.
4. Suhu Ruangan
Suhu ruangan sangat berpengaruh terhadap panas laptop. Tentunya menggunakan laptop di ruangan ber-AC bagus untuk laptop. Kalau ingin dirasa tidak memungkinkan bisa menggunakan kipas angin kecil lalu diarahkan ke bagian processor dari laptop. Hal ini juga saya lakukan dan pengaruhnya sangat besar.
5. UNDERVOLT
Software-software yang diperlukan untuk Undervolting :
1. RMClock (Program untuk Undervolting)
Silahkan mendownload disini.
2. Orthos CPU Loader (Program untuk mengetes stres CPU & mencari stabilitas voltase)
Silahkan mendownload disini.
3. HWMonitor (utk melihat temperatur CPU realtime)
Silahkan mendownload disini.
ket: laptop saya menggunakan processor Intel & 32 bit. Untuk spek yang berbeda (AMD atau 64 bit) menggunakan setting atau software yang berbeda pula.

Tutorial untuk Undervolting :
Keadaan laptop sebelum Undervolting :
CPU Info
HWMonitor 2
1. Mengecek Temperatur Max sebelum Undervolt
  • Pertama kita harus mencatat temperatur max jika cpu jalan 100%
  • Buka HWMonitor, lihat temperatur untuk CPU(jika ada 2 core maka akan menunjukkan temperatur masing-masing core).
  • Buka Orthos, pilih “Small FFTs-Stress CPU”.
  • klik Start pada Orthos, dan jalankan slama 10 menit, cek temperatur CPU naik di HWMonitor.
  • stelah 10 menit, klik Stop untuk menghentikan tes, catat temperatur max CPU. 
Orthos

2. Install dan Setting RMClock

  • Pengguna AMD perlu men-check “P-State Transistors” utk undervolt yg lebih baik
  • Klik tab di kiri “Advanced CPU Settings”, samakan setting dengan screenshot lalu klik “Apply”.
Advanced CPU Settings

3. Setting Profile

  • Buka tab Profiles > Performance on demand spt pada screenshot check “Use P-State Transitions” lalu check smua “Index” checkbox di bawahnya, klik Apply 
Perfomance On Demand
2. buka tab Profile (main profile)
pilih performance on demand utk AC Power dan Battery, check smua multiplier bertype Normal. Jika cpu Anda menunjukkan adanya SuperLFM dan IDA, uncheck dulu kedua checkbox itu
klik Apply
Profile

4. Undervolting

  • mulai dari multiplier terbesar
  • pada screenshot terlihat voltase default adalah 1.1750V
  • yang harus kita lakukan adalah menurunkan voltase lalu test kestabilan voltase tsb, lakukan secara bertahap
  • turunkan 0.025V per tahap sampai menemukan voltase yang tidak stabil (pada tes kestabilan di bawah)
  • kebanyakan org bisa langsung menurunkan 0.100V pada tahap pertama2. Tiap menurunkan voltase, klik Apply. jika tidak setting baru tidak akan berefek.
  • Untuk mencari voltase di multiplier yg lebih rendah,  uncheck multiplier yg lebih tinggi yang sudah mempunyai voltase stabil (dengan demikian cpu hanya akan bekerja max pada clock multiplier yg dicheck) 
5. Test Kestabilan
  • Buka Orthos dan HWMonitor
  • Buka tab “CPU Info” pada RMClock (untuk melihat temperatur dan clock cpu)
  • Set tipe Orthos “Small FFTs-Stress cpu”
  • Start Orthos selama 45 menit *pada tahap mencari voltase yg stabil, 10-15 menit sudah cukup 
  • Jika voltase tidak stabil, maka laptop Anda akan mengalami BSOD (Blue screen) atau Error  pada Orthos 
  • jangan panik jika muncul BSOD, restart laptop Anda secara normal. 
  • Stelah menemukan voltase yang tidak stabil, naikkan voltase 2 tingkat lalu jalankan kembali tes kestabilan  (Voltase yang stabil ini selanjutnya akan digunakan seterusnya untuk multiplier tsb)
  • untuk voltase stabil ini disarankan untuk menjalankan tes kestabilan lebih lama, 1-3 jam. 
Monitoring

6. Hasil

  • Berhasil menurunkan voltase 6x – 10x dari 1.2000 V ke 0.9000 V (turun 0.3000 V). Temperature CPU 93,4°C menjadi 45,4°C
CPU Info 2
HWMonitor 2
  • stelah smua multiplier mendapatkan voltase stabil, setting agar RMClock selalu jalan pada saat windows startup:
  • tab Profile di RMCLock: pilih “Performance on demand” untuk Startup dan current, klik Apply
  • tab settings: check “Start minimize in windows tray” dan “Run at windows startup”,klik Apply spt pada screenshot:
Settings

Catatan:
  • Jika sudah dapet voltase yg stabil, jangan lupa check kembali semua multiplier di Main Profile dan sub-profile (kcuali IDA)
  • SuperLFM adalah cpu memakai fsb paling rendah (jika cpu dlm keadaan idle)
  • IDA adalah cpu hanya menggunakan 1 core (tidak disarankan utk dipakai)
  • utk SuperLFM dan IDA voltase tidak disarankan utk diubah
  • RMclock blm support CPU dengan half-multipliers. Multiplier akan diturunkan ke integer. prosesor model T8100/T9300/P7350/P8400/P9500 akan ter-underclock 100mhz (karena multiplier tertinggi terkurangi 0.5x)

    Ok Sekian Tips N Trick dr Dhe2 Smoga Bs brmanfaat Utk Teman2 Smua.. ^o^